Rabu, 19 April 2017

POTONG RAMBUT YANG SELALU JADI MASALAH

Entah mengapa, urusan potong rambut, selalu terasa ribet dan enggak menyenangkan. Sejak kecil sudah begitu adanya. Agenda rutin setiap dua bulan sekali ini, blas tidak pernah sambalbawang nantikan. Sebaliknya, ibu selalu mengingatkan.

Ibu sudah punya tukang cukur rambut andalan, dekat rumah. Mereka sudah sepakat bagaimana potongan rambutku. Ibu tinggal ngasih uang dan saya akan berlari secepat mungkin ke tukang cukur di dekat alun-alun.

Bukan berlari semangat, tapi agar cepat sampai. Cepat dicukur dan cepat pulang. Kalimat sakti yang saya sampaikan ke tukang cukur adalah "potong nggantheng". Maksudnya potong cakep. Si tukang cukur yang adalah mbak-mbak ini, sudah paham,

Begitulah bertahun-tahun. Beranjak SMA, pindah rumah, masalah muncul lagi. Setelah berganti sekian tukang cukur, akhirnya menemukan yang sip. Seorang bapak usia 60-an, yang ruang usahanya adalah bangunan anyaman bambu tak lebih 3 meter x 4 meter.

Bangunan kecil ini nempel di tepi saluran irigasi. Tepat di jalur rute naik sepeda ke sekolah. Saya lupa nama bapak itu, tapi masih ingat tarif cukurnya. Rp 500.. Saat itu, Tarif ini bertahan sampai saya kuliah di tahun-tahun awal. Sampai akhirnya naik jadi Rp 1.000.

Keistimewaan si bapak tua ini, adalah, durasi cukurnya singkat. Pernah saya amati, tak lebih 10 menit. Malah saya inget ada yang cuma 7 menit dicukur. Cukup mengharukan, Deretan pengunjung pun, akan cepat berkurang.

Si bapak ini sebenarnya agak pendiam. Namun kadang ngomong. Menanyakan bagaimana di sekolah. Kadang dia menyisipkan kata-kata "gek ndang bali omah" alias "cepat pulang ke rumah" begitu usai mencukur rambut.

Begitu terjadi beberapa tahun, Sampai kemudian, ketika saatnya cukur rutin setiap 2-3 bulan sekali, saya mendapati bangunan itu kosong dan sudah tidak ada lagi peralatan cukur. "Si bapak meninggal, sakit jantung," begitu kata seorang warga.

Kecewa. Padahal dia tukang cukur sip yang hasilnya  pun diamini kedua orangtua. Kecewa lagi, saya tidak sempat melayat. Tapi masalah selanjutnya, ternyata, semakin susah bagi saya untuk cocok sama tukang cukur.

Bahkan sampai kerja, sampai sekarang. Era setelah si bapak cukur, tukang cukur diambil alih secara bergantian oleh ibu dan kakak. Enam tahun terakhir, itu tugas saudara bojo. "Rambutmu ada syarafnya po, kok selalu membantah kalau dicukur," katanya..

Ya, biarkan sambalbawang gondrong lah. Saudara bojo mencecar lagi. Gondrong boleh tapi rapi., Diiket nguncir ke belakang, di gelung seperti ksatria-ksatria Mahapahit. Sekalian duet kuciran sama dia. Hm, tidak bisa. Gondrong ini natural. Tak kenal sisir, tak kenal kucir, juga tak kenal minyak rambut.


BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
MAMMA MIA HERE WE GO AGAIN, ABBA AGAIN
MENGAPA HARUS NGEBLOG
THE AQUARIAN ?

TENTANG HONDA (3) INILAH STAR'S FAMILY 

Selasa, 11 April 2017

ABBA, TALENTA TERBAIK MUSIK SWEDIA

Agnetha Faltskog, Bjorn Ulvaeus, Benny Andersson, dan Anni-Frid Lyngstad. Tahun 1970, belum banyak yang mengenal mereka, kecuali orang-orang Swedia. Namun saat memenangkan Eurovision Song Contest empat tahun kemudian, dengan menyanyikan "Waterloo", dunia mulai mengenal mereka sebagai ABBA.


Nama "ABBA" mengambil inisial huruf depan mereka berempat. Agneta-Bjorn-Benny-Anni. Lewat “Waterloo” dimulailah demam musik "beraroma" Swedia, yang menjalar cepat ke seluruh penjuru dunia. Boleh dibilang ABBA adalah grup band pertama asal Swedia yang meraih sukses internasional skala besar. Sejak saat itu, hingga setidaknya tahun 1982, ABBA benar-benar sukses “menyihir” dunia. Ini klip Waterloo, awal dikenalnya ABBA di belantika musik dunia :

Lagu-lagu mereka, mayoritas, hilir-mudik nangkring di tangga lagu-lagu dunia. I Have A Dream, Chiqutita, Fernando, Ring-ring, Honey-Honey, S.O.S, Mammamia, Money Money Monye, Angel Eyes, Does Your Mother Know, dan Take A Chance on Me, Knowing Me Knowing You, misalnya, mengguncang dasyat. 

Dan, tentu saja, Dancing Queen, yang sampai sekarang masih disebut-sebut sebagai lagu pop-dansa terbaik sepanjang masa. Dancing Queen pernah menyabet posisi nomor satu di tangga lagu US Billboard 100. Tak ada perdebatan: Dancing Queen memang mahakarya ABBA.

Saking terkenalnya, ABBA sering dianggap sebagai komoditas ekspor dari Swedia yang lebih laris ketimbang Volvo, mobil mewah bikinan negara itu yang juga terkenal. Ada benarnya sih. Dan menjadi satu pertanyaan menarik mengapa ABBA sampai setenar itu. 

Kembali ke lagu ABBA yang membuat terkenal. Dua tahun sebelum "Waterloo" diperdengarkan, grup ini sudah mengawali kiprahnya dengan meluncurkan single “People Needs Love”. Bagi yang belum melihat klipnya, wajib nonton untuk mengawali kecintaan terhadap ABBA. Hehe. Selang setahun pasca Waterloo ini, album pertama, "Ring-ring" yang sekaligus judul hits mereka, meluncur dari dapur rekaman. 

Benny dan Bjorn seakan mendapat inspirasi dan kekuatan luar biasa dalam menulis lagu, mengolah, dan menjadikannya hits. Musik Swedia mulai diperhitungkan. Sepertinya ABBA pun menjadi “pintu” masuk bagi band-band asal Swedia lainnya, seperti Europe, Roxette, dan Ace of Base, untuk lebih berkiprah di Eropa, Amerika, juga Asia.

Oh iya, mari berkenalan dulu dengan para personel ABBA, dengan sedikit bantuan Wikipedia. Agnetha lahir 5 April 1950 di Jonkoping, Swedia. Cewek berambut pirang ini, sebelum bergabung dengan ABBA, adalah penyanyi yang cukup tenar di negaranya. Agnetha bersua Bjorn saat membintangi sebuah acara TV di tahun 1969, dan mereka menikah dua tahun kemudian. Keduanya lantas sering rekaman bareng dan mendirikan studio. Saat itulah keduanya bertemu Benny dan Frida. 
   
Benny lahir di Stockholm. Swedia, 16 Desember 1946. Semasa muda pernah bergabung dengan band pop rock The Hep Stars, yang sering disematkan predikat sebagai "The Beatles" dari Swedia. Dari sini, Benny, yang piawai memainkan keyboard dan piano sejak muda ini, semakin mengasah kemampuanya membuat lagu. 

Bjorn kelahiran Goteborg, Swedia, 15 April 1945. Sebelum bersama ABBA, Bjorn dikenal sebagai penyanyi sekaligus gitaris di The Hootenanny Singers. Bjorn sering menulis lagu, terutama lagu-lagu berbahasa Inggris. Bulan Juni 1966, The Hootenanny Singers dan The Hep Stars tur bareng.  

Anni-Frid "Frida" Lyngstad lahir 15 November 1945 di Norwegia, dan sejak remaja sudah aktif bernyanyi. Dari penelusuran sambalbawang, Frida pernah juga membentuk band Anni-Frid Tour, tahun 1967. Firda pernah memenangkan National Talent Competition. Dia lantas dapat kontrak dengan label EMI Swedia dan merilis sejumlah lagu. Bersama Benny, Frida sering jadi backing vokal Agnetha. 

Uniknya lagi, keempat personel itu sempat menjadi pasangan suami-istri. Bjorn menikah dengan Agnetha pada tahun 1971, tetapi bercerai delapan tahun kemudian. Benny bercerai tahun 1981, setelah tiga tahun menikah dengan Frida. Tidak pernah ada alasan terkonfirmasi terkait alasan perceraian mereka.

Tapi hebatnya, satu album keluar pascamereka bercerai, yakni The Visitor, di tahun 1982, yang sayangnya, sekaligus menandai selesainya kiprah ABBA. Dari seluruh album ABBA, The Visitor sepertinya yang paling tidak sukses, meski ya tetap sukses. 

Sambalbawang mengamati, dan semoga saja benar, lagu-lagu ABBA pada tahun-tahun terakhirnya, memang bernuansa sendu. Salah satunya “One of Us”, hits andalan di album The Visitor. Beda dengan lagu-lagu awal ABBA yang ceria dan enerjik, seperti Ring Ring, Honey Honey, dan Mammamia.  

Setelah bubar, mereka mengambil jalur masing-masing sampai sekarang. Dan ternyata tidak cukup sukses. Desakan agar mereka reuni dan pentas bareng, terus terdengar. Dibangunnya Museum ABBA di Stockholm Swedia tahun 2013, ternyata juga tidak sanggup memaksa mereka akur, dalam arti manggung bersama dan bikin album. Barangkali perceraian memang jadi salah satu faktor utamanya.

Sekitar 100 lagu sudah tercipta oleh ABBA dalam kurun waktu 1973-1982, termasuk lagu-lagu versi Bahasa Swedia dan Spanyol. Menurut perkiraan sambalbawang, 50 persen lagu-lagu mereka sukses menjadi hits. Hebatnya lagi, lagu-lagu ABBA yang sepertinya kurang hits, banyak yang ternyata asyik dan indah. 

Lagu-lagu ABBA menginspirasi banyak band dan penyanyi. Westlife misalnya, tambah terkenal ketika merilis ulang "I Have A Dream". Madonna juga mencomot intro lagu “Gimme Gimme Gimme” sebagai intro lagunya “Hung Up”. Lalu, grup A*Teens dan Glee pun merilis beberapa lagu seperti "Dancing Queen”.

Lagu “Mammamia” juga menginspirasi pembuatan film yang berjudul sama, yakni "Mammamia" yang dirilis tahun 2008. Balik lagi ke bekakang, uniknya lagi, Mammamia inilah yang menggeser kedigdayaan “Bohemian Rhapsody” milik Queen, di daftar tangga lagu Inggris tahun 1976. Sekadar catatan, lirik “Mammamia” ada di kedua lagu itu lho.

Kekuataan ABBA adalah musiknya yang ceria, enerjik, tapi sederhana dan easy listening. Duet suara unik Agnetha-Frida, yang soprano dan mezzo soprano ini, terasa indah dan pas. Tampang cakep kedua cewek vokalis utama ini, dan tentu saja lekuk indah tubuh mereka, ikut memberi nilai tambah. Siapa coba yang tidak jatuh hati melihat kerlingan, senyuman, dan bibir merekah menggoda dari tante Agnetha dan tante Frida ini? Sekseeh..

Benny menjadi pengaransemen yang handal. "Sihir" Benny ada di setiap lagu. Tapi barangkali sihir terhebatnya ada di intro "Gimme Gimme Gimme", dan ujung lagu "Chiquitita". ABBA juga mengeluarkan dua instrumental, "Arrival" dan Intermezzo No.1. Jauh setelah dirilis, Arrival masih dibawakan lagi oleh banyak grup orkestra.

Bjorn memang mengambil porsi minim sebagai vokalis. Tetapi suaranya juga asyik, karena dia memang awalnya bersolo karir. Coba saja sejenak dengarkan “Does Your Mother Know” dan "Rock Me". Adapun Benny sepertinya tidak pernah jadi vokalis utama. Hanya satu lagu ABBA bertitel "Suzy Hang Around" yang menempatkan Benny sebagai lead vocal. Namun suara Benny, juga Bjorn, bisa dibilang menjadi latar belakang semua lagu ABBA. Ketika ABBA sudah punya duet vokalis yang top, sambalbawang pikir Bjorn dan Benny sudah puas dan memilih menjadi vokalis ketiga dan keempat.

Mungkin 60-70 persen lagu ABBA masuk lagu-lagu hits dunia. Luar biasa. Lagu-lagu yang agak kurang dikenal pun, oke untuk disimak. Cobalah putar “Nina Pretty Ballerina” atau “Hasta Manana”, "He Is Your Brother", "The King Has Lost Its Crown", "When I Kissed The Teacher", "If It Wasn't for The Night", "Thank You For The Music", "Happy Hawaii", "Andante Andante", "The Piper", atau "King Kong Song". Dan ini klip "Hasta Manana":



Ah, seandainya empat pentolan ABBA yang masih hidup ini mau mengesampingkan ego, dan bersedia reunian, sambalbawang yakin deh, dunia bisa “meledak” untuk kedua kali. ABBA yang masuk dalam Rock and Roll Hall of Fame (2010) ini, sampai sekarang masih punya penggemar fanatik, salah satunya ya penulis ini. Hehe. 

Sudah 35 tahun berselang sejak ABBA bubar. Lagu-lagu mereka masih abadi. Semoga saja ada reuni. Kita tunggu saja sembari memutar ulang aksi panggung dan rekaman mereka. Empat sosok yang senantiasa berkostum unik bin nyentrik ini. Benny duduk main piano, Bjorn kesana-kemari sembari berkalung gitar, serta dan Agnetha-Frida yang bernyanyi indah.

Tetapi, di sisi lain, juga masih sebal mengapa mereka nggak pernah mau reunian. Mumpung masih komplet berempat.





Bjorn, Agnetha, Frida, Benny 



Agnetha, Benny, Frida, Bjorn




Sabtu, 08 April 2017

MOTOR APA YANG PALING NYAMAN ?

Ada beberapa kawan yang pernah bertanya, motor apa yang paling nyaman? Ini susah-susah-susah-mudah, menjawabnya. Bukan karena tidak ada, tapi karena ada beberapa jawaban karena tergantung sejumlah alasan. Mulai dari selera, performa, juga situasi.

Begini. Seperti halnya soal makanan, kesukaan tiap-tiap orang jelas berbeda. Begitu juga soal kendaraan. Ada yang cinta mati sama bebek, eh motor bebek. Tapi ada yang ngefans berat sama skutik (skuter matik). Ada yang suka motor laki, ada yang demen motor sport, dan ada juga yang pengin memelihara motor gede (moge). Ada juga yang pokoknya Vespa, meski mengesampingkan frekuensi mogok dan ndorong.

Semua jawaban itu sah-sah saja. Namun menurut sambalbawang, kriteria nyamannya kendaraan, sebenarnya relatif. Dan relatif itu pun, ditentukan oleh perawatan, pemeliharaan, dan kebiasaan berkendara. Kalau direntang lebih lebar, itu jadi beberapa item kesimpulan. Oya, pembahasan enggak sebatas menyoal ke motor baru ya.

Kita bicara juga dengan memasukkan motor bekas, alias second. Sebenarnya, tidak terlalu sulit mendeteksi kenyamanan sebuah motor. Tinggal dikendarai. Motor yang servis rutinnya ditaati, ya lebih enak dinaiki ketimbang motor yang baru masuk bengkel kalau mogok. Motor yang dikendarai dengan perasaaan, ya lebih nyam-nyam ketimbang yang dipakai ngetril.

Motor yang diperlakukan asyik dan semestinya, seperti rajin dicuci, rajin diperiksa kekencangan baut-bautnya, dan tidak pernah kempes bannya (karena rutin dicek dan ditambah angin), ya pastilah lebih nyaman daripada motor yang “asal jalan”.

Motor yang minum pertamax ya pasti lebih halus dan bertenaga ketimbang yang menenggak premiun. Oktan, kan, yang berbicara. Hehe. Motor yang kelistrikannya beres pun lebih menyenangkan dari motor yang salah satu lampunya yang “absen” menyala gegara bolam putus (sejak lama) tapi belum (selalu lupa) diganti.

Kenyamanan motor tergantung juga kondisi bahan-bahan penyusunnya. Ada shock absorber, rem cakram, foot step, spion, dan kualitas jok. Juga tinggi badan si pengendara, meski ini ya bisa dikatakan relatif. Kenyamanan motor juga bisa dari kapasitas mesin, handling, dan “kebandelan” secara keseluruhan. Sudut pandang para boncenger juga bisa dimasukkan.

Beberapa motor bebek dan skutik (second) yang harganya mahal pun, belum tentu enak dikendarai. Motor yang dioprek mesinnya, belum tentu lebih sip dan kencang daripada motor yang hanya rajin servis rutin. Motor yang knalpotnya bersuara menggelegar, belum tentu menggelora powernya.  Motor yang knalpotnya sering mengeluarkan bunyi “tembakan”, malah mudah disalip oleh motor standar pabrik yang rutin servis. Motor yang "penuh aksesoris" ala motor balap, juga belum tentu bisa ngacir. Apalagi motor yang saringan karburator (saringan udaranya) dicopot, itu mah, cuman menang "tampilan easy going-nya" saja, karena malah enggak bisa lari dan mesinnya cepet panas.

Sedikit kesimpulan ini berdasarkan pengalaman sambalbawang sendiri, yang sudah menyemplak mungkin ratusan motor (meminjam sebentar motor milik teman--bukan dibawa pulang), jika dihitung sejak duduk di bangku SMA.

Jadi, dalam beberapa aspek, you are is how you drive. Hehe.   


                                                                 Aku dan skuter

baca juga :

FORD LASER SONIC - BALADA FORDI (1)
7 MOTOR BEBEK TERBAIK SEPANJANG MASA
TENTANG HONDA (1) DARI PISPOT SAMPAI PITUNG
LEBIH BAIK NAIK VESPA

Rabu, 15 Maret 2017

INI STIKERKU, MANA STIKERMU ?

Ternyata, benda-benda "masa lalu" memang memorable banget. Setelah kemarin menemukan foto barang lawasan yakni kartu diskon belanja zaman SMP, sekarang nemu lagi lainnya. Stiker label nama.

Percayalah, benda ini sangat ngetren di era tahun 1988-1992. Menjadi sejumput penanda bahwa kita--anak SD yang gaul--tidak hanya punya sekadar kartu nama, tapi sebentuk "identitas" yang bisa juga difungsikan sebagai stiker.

Memesan kartu ini, dulu, lumayan ribet dan lama. Setidaknya dari sudut pandang anak SD. Pakai pos. Dialamatkan ke ... (lupa). Formulirnya hanya berupa selembar kertas berukuran lebar, berisi kotak-kotak tempat kita menulis nama dan biodata lain. Juga apa kalimat mutiara, hingga apa bintang kita. Barang akan datang ke rumah dua-tiga minggu kemudian. Siap dibagikan ke kawan-kawan.

Jadi, sambalbawang pun mengoleksi stiker ini, dan merasa bahagia masih menyimpan setelah hampir 30 tahun berlalu. Jadi kenang-kenangan yang bikin melo, ahahah. Dilarang tanya umur, rasis itu, eh. Ini dia wujud stiker legendaris tersebut.



BACA JUGA
DI RELUNG KAMARKU (CERPEN)


Senin, 13 Maret 2017

KARTU DISKON BELANJA SEPEREMPAT ABAD

                                      Sebenarnya, kartu di bawah ini (mungkin) tidak penting.

                                                                               ↓



Tetapi percayalah, kartu ini pada masanya dahulu, memang cihui. Yah, katakanlah masa itu sekitar 25-26 tahun yang lalu, saat sambalbawang duduk di bangku SMP, 

Sebab memakai kartu ini, sambalbawang bisa mendapat diskon atas barang-makanan minuman-dari supermarket yang kesohor. Lupa sih berapa persen diskonnya tapi lumayanlah, dan yang penting membahagiakan.

Mengumpulkan uang-kadang ngampet beberapa hari absen jajan-untuk dibelikan camilan favorit.
Apa saja itu? Ah, rahasia. Sambalbawang khawatir, kalau di-publish, itu nanti membuat kalian penasaran akan snack "ajaib" itu. Hohoho.

Proses mendapat kartu ini, cukuplah sambalbawang cerita bahwa itu perlu membawa rapor untuk ditunjukkan kepada yang berwenang. 

Dan kartu ini, bisa bikin hepi. Lebih hepi lagi ternyata masih nyimpen kartu ini. 'Tul, kan, kartu ini sangat memorable... Bikin terharu. Hiks.

BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
PELUKAN (CERPEN)
THE AQUARIAN ? 

Kamis, 09 Maret 2017

POKOKNYA MET ULTAH, YA, DEK DESAINER

Ternyata 9 Maret tidak hanya hari spesial karena tanggal itu adalah hari ultah sodara bojo. Tanggal 9 Maret ternyata juga Hari Musik Nasional. Wedew...pantesan dia ngekek-ngekek.

Dan ternyata lagi, 9 Maret 2016 lalu, adalah saat Gerhana Matahari Total (GMT). Sempurna. Pantesan dia nulas-nulis di pasir pantai sambil senyum-senyum mistis saat menunggu detik-detik gerhana di Pantai Manggar, Balikpapan.

Hari ini, di hari istimewamu, ternyata jua tak tersaji kado hadiah. Menu hari itupun, hanya sebungkus nasi kuning saat pagi, pecel di waktu siang, dan roti saat malam. Ditambah Chiki dua bungkus dan snack diskonan di minimarket.

Aku hanya memberimu hadiah, menyanyikanmu lagu diiringi gitar. Bengawan Solo dan Yen Ing Tawang Ana Lintang. Begitulah. Tresnaku sundul wiyati, dek.

                                                     Sodara bojo owner modiste Samantha

BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
JADI "GURU" DADAKAN DI PERBATASAN
BASA WALIKAN
THE AQUARIAN ?

Jumat, 03 Maret 2017

10 BREGADA KERATON YOGYAKARTA YANG KEREN

Sebagaimana sebuah negara yang mempunyai tentara, dulu, setiap kerajaan juga memiliki tentara/prajurit. Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pun demikian. Bregada atau kesatuan prajurit keraton ini, menariknya, ditampilkan dan bisa disaksikan masyarakat saat prosesi Garebeg Syawal, Besar, dan Maulud.

Saat ini terdapat 10 bregada prajurit, yakni Wirabraja, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutro, Surakarsa, Bugis, dan Daeng. Setiap bregada terdiri atas 50-an orang, dan dipimpin seorang perwira. Nah, kesepuluh bregada ini dibawah komando seorang Manggalayudha.

      1. Wirabraja. Bregada ini nampaknya yang paling mudah dikenali. Seragamnya berbentuk sikepan. Kostumya serba merah. Mungkin lantaran warna dan bentuk topinya, bregada ini sering disebut “Lombok Abang”, atau dalam Bahasa Indonesia berarti "cabai merah". Kata “wira”, dalam Bahasa Jawa, berarti berani, sedangkan “braja” bermakna tajam. Senjata bregada ini senapan dan tombak. 
      


    2. Patangpuluh. Seragamnya berbentuk sikepan, bercorak lurik. Tudung kepala songkok warna hitam. Dalam bahasa Jawa, “patangpuluh” berarti angka 40. Latar belakang nama ini-setelah saya cari kemana-mana-merujuk pada penghormatan kepada 40 prajurit keraton yang berani. Senjata bregada ini senapan dan tombak.
3.       

       3. Jagakarya. Seragamnya sikepan, celana lurik. Dalam bahasa Jawa, “Jaga” berarti jaga, sedangkan “karya” adalah tugas. Bregada ini punya tugas yang berkaitan dengan pemerintahan. Senjata bregada ini masih sama, senapan dan tombak.
      
        
   4. Prawiratama. Seragamnya sikepan hitam. Bregada ini menyandang nama Prawiratama karena selalu berhasil saat bertempur. Prawitama bermula dari prajurit Mataram yang membantu Pangeran Mangkubumi melawan kompeni Belanda. Senjata bregada ini senapan.
     

      5.  Ketanggung. Bregada ini punya tugas utama menjaga keamanan di lingkungan keraton. Tetapi juga mengawal raja saat berkunjung ke luar keraron. Seragamnya sikepan corak lurik, mengenakan topi mancungan warna hitam. Senjatanya senapa api dengan pisau bayonet, dan tombak. Istilah “Ketanggung” ini berawal dari “tanggung”, yang artinya kira-kira tugas berat. 
     

      6.  Mantrijero. Bregada ini, dulu, beranggotakan orang-orang yang tugasnya sebagai pemutus perkara (hakim, mungkin), dan mengawal raja saat jumenengan Dalem. Seragam sikepan, bersenjatakan senapan dan tombak.
     

       7.  Nyutro. Ini bregada yang unik, karena pakai sandal, (bregada lain bersepatu) dan kostumnya paling nge-jreng. Nyutro terbagi atas dua kelompok (seragam berbeda). Tugasnya sebagai pengawal di prosesi Garebeg. Dari semua bregada, gerak prajurit Nyutro ini paling “menari”. Nyutro bukan prajurit perang, tapi tetap saja prajurit yang bisa perang. Senjata mereka tombak, senapan, panah.
      


      8.  Surakarsa. Bregada yang berbaris di belakang gunungan ini memang bertugas mengawal gunungan. Dahulu kala, bregada Surakarsa bertugas mengawal putera mahkota.Seragamnya sikepan warna dominan putih, dan bersenjatakan tombak.
     
       

      9.  Bugis. Bregada ini dulunya adalah prajurit pilihan asal Sulawesi Selatan, dan bertugas mengawal gunungan saat Garebeg. Bersenjatakan tombak. Bregada ini tampil unik, terutama topinya. Kostumnya juga unik, serba hitam
     

       10.   Daeng (atau Dhaheng/Daheng). Sama seperti Bregada Bugis, bregada ini juga asalnya dari Sulawesi Selatan. Seragamnya gampang dikenali: Bajun-celana (panjang) warna putih. Topinya dihiasi bulu (ayam) di atasnya. Senjatanya senapan dan tombak.
      


      Terkait kelahiran dan kiprah mereka, ceita dan sejarah terentang panjang. Kita harus mengawalinya dari Perjanjian Giyanti tahun 1755. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat-yang terbentuk sebagai hasil perjanjian itu, merasa perlu memiliki prajurit. Sang Raja, Sultan Hamengku Buwono I lalu membentuk pasukan, berbasis pasukan pendukungnya.
      
      Kehebatan pasukan kraton ini terekam dalam pertempuran “Geger Sepoy” tahun 1812. Sengitnya pertempuran itu dicatat serdadu Inggris Kapten William Thorn. Dalam pertempuran selama dua hari itu, 1.000 serdadu Inggris ditambah 500 prajurit Legiun Prangwedono asal Surakarta mengepung keraton, berhadapan dengan 17.000 prajurit keraton.

      Perang berakhir dengan kekalahan di pihak keraton, dan Sultan HB II (Sultan Sepuh) diasingkan ke Penang. Ujung-ujungnya keraton tidak dibolehkan lagi punya pasukan bersenjata dan jumlahnya pun dibatasi. Saat Jepang berkuasa, Sultan HB IX membubarkan semua pasukan ini, demi menghindarkan mereka agar tidak dimanfaatkan Jepang yang tengah perang di Asia. 

      Awal 1970 pasukan-pasukan ini diaktifkan lagi, tapi tugasnya hanya pengiring prosesi upacara keraton. Perlu digarisbawahi, selain 10 bregada ini, keraton juga punya sejumlah bregada lain. Oh ya, ada hal unik lain. Nama 10 bregada ini juga menjadi nama-nama kampung di Yogyakarta, sesuai markas mareka.

      Menyoal mengapa sampai ada dua bregada asal Sulsel (Makasar), ada ceritanya. Dulunya, Belanda lah yang mendatangkan pasukan elit ini untuk mendukung pasukan Raden Mas Said (menantu Sultan HB I) , dalam kaitan mengatasi Mataram. Raden Mas Said menceraikan istrinya, dan untuk menghormati, diantarlah oleh prajurit Daeng. Karena disambut baik, prajurit Daeng terkesan, tidak mau balik ke Surakarta, dan mengabdi ke Sultan HB I.

      Sementara bregada Bugis, dulunya prajurit yang merupakan orang Bugis. Melihat beberapa referensi, prajurit ini disebutkan sebagai pengawal pepatih Dalem, di era sebelum Sultan HB I. Di masa Sultan HB I, kesatuan ini ditarik masuk.Bugis dan Dareng termasuk pasukan elit.

      Sewaktu kecil sambalwang rutin menyaksikan para bregada ini melakukan defile. Ikut bangga dan sempat berpikiran kalau mereka ini, dulunya ikut mengusir Belanda. Menyerbu benteng-benteng Belanda, dengan nuansa penuh tombak, dan desing peluru. Derap langkah dan musiknya sanggup melenakan dan bikin kangen. Sambalbawang selalu berupaya menerobos kerumunan untuk melihat mereka berbaris sembari diiringi musik kebesaran masing-masing.
      
      Saat yang paling dinanti adalah ketika senapan-senapan dinyalakan. Suaranya menggelegar. Lalu bergegas mengambil proyektil pelurunya yang terserak di rerumputan Alun-alun Utara. Lalu tentu saja rebutan gunungan. Meski seringnya ya hanya nunggu hasil akhir. Habis takut rebutan, kan dulu masih kecil. Habis nonton, pulang ke rumah. Puas. Mantap.

     NB : foto-foto bregada di atas ini, sambalbawang cari di internet. Makasih untuk yang sudah meng-upload foto-foto itu.

BACA JUGA   :
HANACARAKA, AKSARA JAWA YANG INDAH
YEN ING TAWANG ANA LINTANG
BASA WALIKAN
ANGKRINGAN LAHIR DI KLATEN NGETOP DI JOGJA (TULISAN 2)
SARADAN
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
24 FINALIS DUTA WISATA BALIKPAPAN 2017 PAKAI BAJU SAMANTHA
ABBA TALENTA TERBAIK MUSIK SWEDIA
KONSER REUNI ABBA DALAM BENTUK HOLOGRAM ?
GATOTKACA TAK HANYA OTOT KAWAT BALUNG WESI
TEH NASGITEL-PET
ANGKRINGAN OH ANGKRINGAN