Rabu, 15 Maret 2017

INI STIKERKU, MANA STIKERMU ?

Ternyata, benda-benda "masa lalu" memang memorable banget. Setelah kemarin menemukan foto barang lawasan yakni kartu diskon belanja zaman SMP, sekarang nemu lagi lainnya. Stiker label nama.

Percayalah, benda ini sangat ngetren di era tahun 1988-1992. Menjadi sejumput penanda bahwa kita--anak SD yang gaul--tidak hanya punya sekadar kartu nama, tapi sebentuk "identitas" yang bisa juga difungsikan sebagai stiker.

Memesan kartu ini, dulu, lumayan ribet dan lama. Setidaknya dari sudut pandang anak SD. Pakai pos. Dialamatkan ke ... (lupa). Formulirnya hanya berupa selembar kertas berukuran lebar, berisi kotak-kotak tempat kita menulis nama dan biodata lain. Juga apa kalimat mutiara, hingga apa bintang kita. Barang akan datang ke rumah dua-tiga minggu kemudian. Siap dibagikan ke kawan-kawan.

Jadi, sambalbawang pun mengoleksi stiker ini, dan merasa bahagia masih menyimpan setelah hampir 30 tahun berlalu. Jadi kenang-kenangan yang bikin melo, ahahah. Dilarang tanya umur, rasis itu, eh. Ini dia wujud stiker legendaris tersebut.



BACA JUGA
DI RELUNG KAMARKU (CERPEN)


Senin, 13 Maret 2017

KARTU DISKON BELANJA SEPEREMPAT ABAD

                                      Sebenarnya, kartu di bawah ini (mungkin) tidak penting.

                                                                               ↓



Tetapi percayalah, kartu ini pada masanya dahulu, memang cihui. Yah, katakanlah masa itu sekitar 25-26 tahun yang lalu, saat sambalbawang duduk di bangku SMP, 

Sebab memakai kartu ini, sambalbawang bisa mendapat diskon atas barang-makanan minuman-dari supermarket yang kesohor. Lupa sih berapa persen diskonnya tapi lumayanlah, dan yang penting membahagiakan.

Mengumpulkan uang-kadang ngampet beberapa hari absen jajan-untuk dibelikan camilan favorit.
Apa saja itu? Ah, rahasia. Sambalbawang khawatir, kalau di-publish, itu nanti membuat kalian penasaran akan snack "ajaib" itu. Hohoho.

Proses mendapat kartu ini, cukuplah sambalbawang cerita bahwa itu perlu membawa rapor untuk ditunjukkan kepada yang berwenang. 

Dan kartu ini, bisa bikin hepi. Lebih hepi lagi ternyata masih nyimpen kartu ini. 'Tul, kan, kartu ini sangat memorable... Bikin terharu. Hiks.

BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
PELUKAN (CERPEN)
THE AQUARIAN ? 

Kamis, 09 Maret 2017

POKOKNYA MET ULTAH, YA, DEK DESAINER

Ternyata 9 Maret tidak hanya hari spesial karena tanggal itu adalah hari ultah sodara bojo. Tanggal 9 Maret ternyata juga Hari Musik Nasional. Wedew...pantesan dia ngekek-ngekek.

Dan ternyata lagi, 9 Maret 2016 lalu, adalah saat Gerhana Matahari Total (GMT). Sempurna. Pantesan dia nulas-nulis di pasir pantai sambil senyum-senyum mistis saat menunggu detik-detik gerhana di Pantai Manggar, Balikpapan.

Hari ini, di hari istimewamu, ternyata jua tak tersaji kado hadiah. Menu hari itupun, hanya sebungkus nasi kuning saat pagi, pecel di waktu siang, dan roti saat malam. Ditambah Chiki dua bungkus dan snack diskonan di minimarket.

Aku hanya memberimu hadiah, menyanyikanmu lagu diiringi gitar. Bengawan Solo dan Yen Ing Tawang Ana Lintang. Begitulah. Tresnaku sundul wiyati, dek.

                                                     Sodara bojo owner modiste Samantha

BACA JUGA ARTIKEL LAIN :
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
JADI "GURU" DADAKAN DI PERBATASAN
BASA WALIKAN
THE AQUARIAN ?

Jumat, 03 Maret 2017

10 BREGADA KERATON YOGYAKARTA YANG KEREN

Sebagaimana sebuah negara yang mempunyai tentara, dulu, setiap kerajaan juga memiliki tentara/prajurit. Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pun demikian. Bregada atau kesatuan prajurit keraton ini, menariknya, ditampilkan dan bisa disaksikan masyarakat saat prosesi Garebeg Syawal, Besar, dan Maulud.

Saat ini terdapat 10 bregada prajurit, yakni Wirabraja, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutro, Surakarsa, Bugis, dan Daeng. Setiap bregada terdiri atas 50-an orang, dan dipimpin seorang perwira. Nah, kesepuluh bregada ini dibawah komando seorang Manggalayudha.

      1. Wirabraja. Bregada ini nampaknya yang paling mudah dikenali. Seragamnya berbentuk sikepan. Kostumya serba merah. Mungkin lantaran warna dan bentuk topinya, bregada ini sering disebut “Lombok Abang”, atau dalam Bahasa Indonesia berarti "cabai merah". Kata “wira”, dalam Bahasa Jawa, berarti berani, sedangkan “braja” bermakna tajam. Senjata bregada ini senapan dan tombak. 
      


    2. Patangpuluh. Seragamnya berbentuk sikepan, bercorak lurik. Tudung kepala songkok warna hitam. Dalam bahasa Jawa, “patangpuluh” berarti angka 40. Latar belakang nama ini-setelah saya cari kemana-mana-merujuk pada penghormatan kepada 40 prajurit keraton yang berani. Senjata bregada ini senapan dan tombak.
3.       

       3. Jagakarya. Seragamnya sikepan, celana lurik. Dalam bahasa Jawa, “Jaga” berarti jaga, sedangkan “karya” adalah tugas. Bregada ini punya tugas yang berkaitan dengan pemerintahan. Senjata bregada ini masih sama, senapan dan tombak.
      
        
   4. Prawiratama. Seragamnya sikepan hitam. Bregada ini menyandang nama Prawiratama karena selalu berhasil saat bertempur. Prawitama bermula dari prajurit Mataram yang membantu Pangeran Mangkubumi melawan kompeni Belanda. Senjata bregada ini senapan.
     

      5.  Ketanggung. Bregada ini punya tugas utama menjaga keamanan di lingkungan keraton. Tetapi juga mengawal raja saat berkunjung ke luar keraron. Seragamnya sikepan corak lurik, mengenakan topi mancungan warna hitam. Senjatanya senapa api dengan pisau bayonet, dan tombak. Istilah “Ketanggung” ini berawal dari “tanggung”, yang artinya kira-kira tugas berat. 
     

      6.  Mantrijero. Bregada ini, dulu, beranggotakan orang-orang yang tugasnya sebagai pemutus perkara (hakim, mungkin), dan mengawal raja saat jumenengan Dalem. Seragam sikepan, bersenjatakan senapan dan tombak.
     

       7.  Nyutro. Ini bregada yang unik, karena pakai sandal, (bregada lain bersepatu) dan kostumnya paling nge-jreng. Nyutro terbagi atas dua kelompok (seragam berbeda). Tugasnya sebagai pengawal di prosesi Garebeg. Dari semua bregada, gerak prajurit Nyutro ini paling “menari”. Nyutro bukan prajurit perang, tapi tetap saja prajurit yang bisa perang. Senjata mereka tombak, senapan, panah.
      


      8.  Surakarsa. Bregada yang berbaris di belakang gunungan ini memang bertugas mengawal gunungan. Dahulu kala, bregada Surakarsa bertugas mengawal putera mahkota.Seragamnya sikepan warna dominan putih, dan bersenjatakan tombak.
     
       

      9.  Bugis. Bregada ini dulunya adalah prajurit pilihan asal Sulawesi Selatan, dan bertugas mengawal gunungan saat Garebeg. Bersenjatakan tombak. Bregada ini tampil unik, terutama topinya. Kostumnya juga unik, serba hitam
     

       10.   Daeng (atau Dhaheng/Daheng). Sama seperti Bregada Bugis, bregada ini juga asalnya dari Sulawesi Selatan. Seragamnya gampang dikenali: Bajun-celana (panjang) warna putih. Topinya dihiasi bulu (ayam) di atasnya. Senjatanya senapan dan tombak.
      


      Terkait kelahiran dan kiprah mereka, ceita dan sejarah terentang panjang. Kita harus mengawalinya dari Perjanjian Giyanti tahun 1755. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat-yang terbentuk sebagai hasil perjanjian itu, merasa perlu memiliki prajurit. Sang Raja, Sultan Hamengku Buwono I lalu membentuk pasukan, berbasis pasukan pendukungnya.
      
      Kehebatan pasukan kraton ini terekam dalam pertempuran “Geger Sepoy” tahun 1812. Sengitnya pertempuran itu dicatat serdadu Inggris Kapten William Thorn. Dalam pertempuran selama dua hari itu, 1.000 serdadu Inggris ditambah 500 prajurit Legiun Prangwedono asal Surakarta mengepung keraton, berhadapan dengan 17.000 prajurit keraton.

      Perang berakhir dengan kekalahan di pihak keraton, dan Sultan HB II (Sultan Sepuh) diasingkan ke Penang. Ujung-ujungnya keraton tidak dibolehkan lagi punya pasukan bersenjata dan jumlahnya pun dibatasi. Saat Jepang berkuasa, Sultan HB IX membubarkan semua pasukan ini, demi menghindarkan mereka agar tidak dimanfaatkan Jepang yang tengah perang di Asia. 

      Awal 1970 pasukan-pasukan ini diaktifkan lagi, tapi tugasnya hanya pengiring prosesi upacara keraton. Perlu digarisbawahi, selain 10 bregada ini, keraton juga punya sejumlah bregada lain. Oh ya, ada hal unik lain. Nama 10 bregada ini juga menjadi nama-nama kampung di Yogyakarta, sesuai markas mareka.

      Menyoal mengapa sampai ada dua bregada asal Sulsel (Makasar), ada ceritanya. Dulunya, Belanda lah yang mendatangkan pasukan elit ini untuk mendukung pasukan Raden Mas Said (menantu Sultan HB I) , dalam kaitan mengatasi Mataram. Raden Mas Said menceraikan istrinya, dan untuk menghormati, diantarlah oleh prajurit Daeng. Karena disambut baik, prajurit Daeng terkesan, tidak mau balik ke Surakarta, dan mengabdi ke Sultan HB I.

      Sementara bregada Bugis, dulunya prajurit yang merupakan orang Bugis. Melihat beberapa referensi, prajurit ini disebutkan sebagai pengawal pepatih Dalem, di era sebelum Sultan HB I. Di masa Sultan HB I, kesatuan ini ditarik masuk.Bugis dan Dareng termasuk pasukan elit.

      Sewaktu kecil sambalwang rutin menyaksikan para bregada ini melakukan defile. Ikut bangga dan sempat berpikiran kalau mereka ini, dulunya ikut mengusir Belanda. Menyerbu benteng-benteng Belanda, dengan nuansa penuh tombak, dan desing peluru. Derap langkah dan musiknya sanggup melenakan dan bikin kangen. Sambalbawang selalu berupaya menerobos kerumunan untuk melihat mereka berbaris sembari diiringi musik kebesaran masing-masing.
      
      Saat yang paling dinanti adalah ketika senapan-senapan dinyalakan. Suaranya menggelegar. Lalu bergegas mengambil proyektil pelurunya yang terserak di rerumputan Alun-alun Utara. Lalu tentu saja rebutan gunungan. Meski seringnya ya hanya nunggu hasil akhir. Habis takut rebutan, kan dulu masih kecil. Habis nonton, pulang ke rumah. Puas. Mantap.

     NB : foto-foto bregada di atas ini, sambalbawang cari di internet. Makasih untuk yang sudah meng-upload foto-foto itu.

BACA JUGA   :
HANACARAKA, AKSARA JAWA YANG INDAH
YEN ING TAWANG ANA LINTANG
BASA WALIKAN
ANGKRINGAN LAHIR DI KLATEN NGETOP DI JOGJA (TULISAN 2)
SARADAN
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
24 FINALIS DUTA WISATA BALIKPAPAN 2017 PAKAI BAJU SAMANTHA
ABBA TALENTA TERBAIK MUSIK SWEDIA
KONSER REUNI ABBA DALAM BENTUK HOLOGRAM ?
GATOTKACA TAK HANYA OTOT KAWAT BALUNG WESI
TEH NASGITEL-PET
ANGKRINGAN OH ANGKRINGAN

Rabu, 15 Februari 2017

HAPPY VALENTINE DULKAINO DULKAIDUT

14 Februari. Valentine, begitu banyak orang mengistimewakan tanggal ini. Seakan menjadi tanggal satu-satunya dalam setahun saat berbagi kasih sayang. Uhuk.. Dan seperti biasa, pastilah banyak yang kebakaran jenggot dengan tanggal ini. Dianggap tidak perlu dirayakan.

Terserah saja. Meski sambalbawang pernah punya kenanganakan tanggal itu, tetapi juga merasa tidak harus merayakannya. Meski sempat disentil juga oleh saudara bojo yang "meminta" coklat dan tidak juga kesampaian. Padahal hanya pengen Toblerone..

Malah, Valentine's Day barusan, diisi dengan keluyuran, ketawa-ketiwi, dan diakhiri dengan makan malam di warung pinggir jalan, memesan menu fuyunghai. Dan Valentine pun tidak terbahas, diganti santap malam cepat (takut warungnya tutup).



Begitu saja. Valentine bisa diwujudkan dengan sederhana. Menuangkan teh untukmu, menyanyikan lagu, mengepel lantai, memasak nasi goreng, mencuci piring, dan selalu memerhatikan ban motor agar jangan sampai kempes.

Atau, mengajakmu ke tempat-tempat yang asyik meski itu di ketinggian (yang tidak seberapa), dan membuatmu berkeringat. Atau hanya sekadar menemanimu menghabiskan malam dengan keliling kota, yang kadang diselingi mampir ke warung kopi.

Kamis, 19 Januari 2017

JADI "GURU" DADAKAN DI PERBATASAN

Setiap kali Natal, lagu "Jingle Bells" sudah menjadi lagu rutin. Dari yang nyanyi Mariah Carey, Bonnie, sampai paduan suara anak-anak dari negara Eropa sampai Asia.

Namun sepertinya, lagu Jingle Bells yang paling berkesan bagi sambalbawang ketika mendengar dan menyanyikannya di perbatasan negara. Di Pulau Sebatik, Kaltara.

Empat hari hari Natal. Sekitar 20 anak berkumpul di bawah rumah panggung kayu, berlatih koor menyanyikan lagu barat itu, dengan dirigen seorang suster.


               anak-anak Kampung Lourdes, Sebatik, latihan koor

Lagu itu menjadi asyik karena anak-anak ini belum cukup fasih berbahasa Inggris. Tapi mereka lantang menyanyikannya. berbekal secarik kertas di mana satu kertas itu jadi tumpuan baca 2-4 orang. Sip, kan, rame.

Setidaknya bait kedua yang liriknya berbahasa Indonesia, bisa bercerita dikit tentang lagu ini. Mendekat ke kerumunan adik-adik ini, sambalbawang kena "jebakan".

"Bisa minta tolong ngajarin mereka nyanyi?" kata si suster. Sebenarnya ingin mengelak, lha kan malu. Status saya kan turis mendadak, ei, kok malah mimpin nyanyi.

Namun entah mengapa kepala ini mengangguk. Dan jadilah saya di depan anak-anak ini. Mimpin mereka nyanyi Jingle Bells. Masih kalungan kamera, pula. Haduh.

Sambalbawang melihat binar-binar mata anak-anak ini yang penuh semangat. Mengingatkanku pada masa kanak-kanak dulu. Setiap Natal adalah kegembiraan bukan? Jadi, bergembiralah.

Sama seperti mereka, akhirnya suara kenceng orang nyanyi Jingle Bells di bawah rumah panggung, sore itu, bertambah satu. Suara orang dewasa yang dominan, ahahaha.

Ah, anak-anak dari Kampung Lourdes, Sebatik, ini mengingatkan lagi sambalbawang pada keceriaan Natal. Tak hanya sebatas ikut misa, namun ada artinya. Sore itu sambalbawang paham artinya.

Minggu, 15 Januari 2017

JAHITKAN KAINMU KE MODISTE SAMANTHA BALIKPAPAN

Setelah "berjibaku" selama hampir dua bulan, akhirnya terwujud juga website usaha jahit modiste samantha ini. Menyusul instagram-nya. Sekian artikel, kebanyakan kumpulan tulisan dan klipingan berita di surat kabar, mengawai "kisah" modiste Samantha di web itu.

Modiste Samantha alias Samantha Project memang tukang jahit. Bisa juga diistilahkan penjahit, atau mungkin juga "couturier". Toh memang kami kan penyedia jasa jahit. Tapi Samantha mencoba bergerak dengan cara berbeda. Makanya punya website (berbayar).

Sekitar sebulan website itu belum aktif, lantaran baru uji coba. Namun sejak hari Minggu (15/1) ini, website sudah aktif. Di bulan-bulan awal memang baru berisi beberapa artikel, foto-foto baju, dan fiturnya yang masih dicari paling pas. Namun memang begitulah proses awal. (catatan: per September 2020, web sudah terisi 30-an artikel).



                              mbak Samantha alias Atha, owner modiste Samantha Balikpapan

Setelah sebelumya menempuh jalur medsos via instagram @samanthaproject dan @samantha_project_storehouse , maka sekaranglah saatnya Samantha terjun membuka lapak, eh, membuka web. Agar "gigitannya" lebih terasa. Website Samantha ini beralamat di www.modistesamantha,com.

Jadi, selamat menikmati website Samantha, modiste and clothing line yang berbasis di Balikpapan ini. Mau gaya dalam fashion, tapi bingung mau ke mana konsultasinya? Punya banyak kain bagus di rumah, dan ingin bikin busana yang apik nan unik?

Ingin tampil modis tapi nggak mau nampak norak? Ngebet punya dress, kebaya, blouse, sampai kemeja yang personal bingits? Atau mau punya baju yang kamu sendiri pemiliknya sedunia ini? Tapi juga ingin pakaianmu dijahit rapi?

Segera saja ke modiste Samantha. modiste samantha di balikpapan. Silakan berkunjung ke workshop kami di perumahan Wika Balikpapan.


Pilih kainmu,atau dari kain koleksi kami, jahitkan ke kami. Modiste Samantha di Balikpapan.

BACA JUGA :
KELAS SHIBORI ALA SAMANTHA PROJECT BALIKPAPAN