Rabu, 07 Desember 2016
NASIBMU SUZUKI
Sebulan lalu, sambalbawang membawa Suzi Nex kesayangan untuk berobat. Aktivitas rutin. Melakoni servis ringan sembari ganti oli, seturut petunjuk manual book. Cek kiri-kanan, atas-bawah, depan-belakang. Meskipun sebenarnya ya enggak terlalu turun performa. Tapi servis terakhir, enam bulan lalu. Saatnya menengok diler.
Meluncurlah Suzi Nex ke salah satu diler Suzuki yan ada di Kota Minyak ini. Diler tempat kuda besi berjenis matik ini dipinang tiga tahun silam. Ee, tapi.. lhaaaa, badaaaalah, dilernya motor mana, kok berganti busana menjadi diler mobil. Nggak salah ni? Apa gerangan? Tengok sana tengok sini, mencari jawaban..
"Kalau servis motor, sekarang sudah pindah," kata salah satu karyawan diler ini, yang segera nongol menghampiri. Ah, salah satu kecemasan para pemerhati otomotif yang mengemuka 4-5 tahun lalu, akhirnya menimpa Balikpapan. Satu demi satu diler Suzuki tutup, lantaran tidak sanggup bersaing. Jualan terbatas, menjualnya pun terengah.
Sesampainya di diler tempat servis, ketemu salah satu kawan. Sembari menunggu motor selesai diutak-atik, kami mengobrol. Sembari memandang ruang pamer diler yang hanya berisikan tiga jenis Suzi, yakni Satria, Address, dan Burgman.
Ketiganya wakil tunggal keluarga Suzi aliran ayago, matik, dan matik gede. Cuma itu, tidak lebih tidak kurang. Terus mana itu Hayate, Nex, Axelo, dan Lets, Oiya hampir lupa, mereka sudah diselesaikan masa edarnya, sebelum sempat mencicipi kejayaan.
What's wrong, Suzuki. Kamu dulu enggak begini. Dua dekade lalu, meski kamu nggak bisa menggoyang si dia yang berinisial H, kamu masih nomor dua di bawah pabrikan sebelah berinisial Y. Tapi semakin ke sini kok semakin begini.
Ketika matik mulai menggeliat, saling selip terjadi dan kamu hanya jadi penonton. Memasukkan Spin, sudah terlambat untuk masuk lintasan. Masih kurang, bikin Nex dan Lets, tapi seperti tak ada greget dalam promosi. Dilibas habis sama sebelah.
Di segmen bebek, Suz hanya bisa memandang dua seteru berseteru semakin seru. Pabrikan sebelah nelurin varian lebih cepet dari kecepatan cahaya, Suz masih tenang-tenang saja. Tahun ini Sonic keluar dengan gagah, Suz yang hanya mengandalkan Satria, jelas terancam.
"Siapa yang mau pakai Burgman?" kata salah satu kawan. Sambalbawang mengamini. Suz, kamu perlu gerak cepat. Tapi kok terkesan nggak mau, atau malu-malu, padahal penggemarmu (termasuk sambalbawang) menunggu kuda besimu.
Banyak yang bilang, Suzi jadi gini karena para petingginya tidak mengadopsi keinginan publik Tanah Air akan roda dua. Sambalbawang nggak paham tentang ini, Tapi rasa-rasanya ada benarnya juga. Orang sini beli motor kan liat tampang duluan.
Ini seperti menentukan mana gadis yang akan ditarget. Tampang yang asik, tjakep, tentu jadi nomor satu diburu. Suz memang punya kualitas, baik mesin maupun nonmesin, dan itu sudah terbukti berpuluh tahun. Tapi kualitas saja tidak cukup.
Orang sini butuh motor yang punya tampang agar bisa dipamerin. Entah dipamerin sama teman-teman, atau kepuasan ala sambalbawang yang cukup senang mantengin motor di waktu sore hari sembari minum teh dan menyantap mendoan.
Sudah, lah, Suz, Telusuri motor-motor kompetitor, jaring masukan dan kritik dari para penggemar setiamu. Saya boleh, lah, kamu jadikan narasumber. Dengan senang hati. Sebab, nggak kuat hati ini liat Suz jadi kayak gini..
baca juga :
SUZUKI NEX IRIT LINCAH MANTAP KALEM
APA KABAR SUZUKI ?
MOTOR APA YANG PALING NYAMAN ?
SUPRA GTR 150 SI BEBEK RASA SPORT
7 MOTOR BEBEK TERBAIK SEPANJANG MASA
TENTANG HONDA (1) DARI PISPOT SAMPAI PITUNG
FORD LASER SONIC - BALADA FORDI (1)
Selasa, 06 Desember 2016
SARADAN
“Saradan!” kata ibu dengan intonasi separuh marah terbalut jengkel
ketika sambalbawang mulai mangap-mangap mulutnya. Dan, ternyata perlu "rem" pakem di mulut ini agar tidak lagi membuka mulut. Setidaknya sampai ibu berlalu.
Kejadian 30-an tahun silam itu masih teringang di benak. Memang wajar kalau ibu lantas berang karena menangkap basah aksi mangap-mangap sambalbawang ini hampir tiap hari. Enggak pagi, enggak siang, enggak malam. Cuma pas tidur, kebiasaan itu hilang. Saradan memang bikin malu meski sepertinya orangtua yang paling malu.
Sebenarnya, saradan itu apa sih? Dalam bahasa Jawa, saradan diartikan sebagai kebiasaan menggerak-gerakkan bagian tubuh secara berulang-ulang demi kepuasan hati. Ini dilakukan dalam kondisi sadar, tahu bahwa tidak cukup baik untuk diteruskan, tapi tak bisa menahan. Sepertinya saradan bakal sirna seiring beranjaknya usia. Ternyata, sayangnya, tak selalu begitu.
Kejadian 30-an tahun silam itu masih teringang di benak. Memang wajar kalau ibu lantas berang karena menangkap basah aksi mangap-mangap sambalbawang ini hampir tiap hari. Enggak pagi, enggak siang, enggak malam. Cuma pas tidur, kebiasaan itu hilang. Saradan memang bikin malu meski sepertinya orangtua yang paling malu.
Sebenarnya, saradan itu apa sih? Dalam bahasa Jawa, saradan diartikan sebagai kebiasaan menggerak-gerakkan bagian tubuh secara berulang-ulang demi kepuasan hati. Ini dilakukan dalam kondisi sadar, tahu bahwa tidak cukup baik untuk diteruskan, tapi tak bisa menahan.
Hal yang menarik dari saradan ini adalah bentuknya tidak
sama tiap orang. Ponakan punya saradan
mengibaskan tangan secara tiba-tiba seperti gerakan tangan penari. Dan untuk
yang mangap-mangap ini saya tidak sendiri, karena ada ponakan yang ngikutin.
Hihi.
Ada yang menggetar-getarkan leher sembari merem-melek, seperti
orang ayan mendadak kumat. Ada yang nendang-nendang meja. Ada yang mendongakkan
dagu naik-turun, dan ada yang mengernyitkan mata seperti kelilipan tapi
skalanya akut. Ada yang saradannya mencabuti rambut kepala, dan ada yang menggoyangkan kaki. Ada pula yang punya saradan menggigit-gigit kuku, mengingatkan pada seorang cewek
manis di masa lalu. Eh...
Ada yang saradannya menggertakkan gigi maupun menggoyangkan rahang. Ada
yang hanya merentangkan jari-jemari seperti mau senam. Dan ada juga yang punya
saradan menjedukkan (menabrakkan) jidat ke tembok, meski hanya sebatas benturan
manja.. Ahahaha. Masih banyak seabrek saradan lain, tapi nggak mungkin kita
paparkan satu demi satu.
Saradan kadang berlanjut di usia remaja, bahkan dewasa.
Meski kadang berganti, namun hakekatanya tetap sama, saradan. Semua sepakat itu
tidak baik, setidaknya jika mengacu ada sebagian saradan yang seperti menyiksa
badan, maupun alasan tidak etis. Kadang saradan ini tetep muncul meski sudah beneran direm
pol.
Entah kenapa pula, saradan bisa hilang seiring waktu. Ajaib, kan. Sebenarnya pula, sambalbawang
ingin menulis tentang saradan ini sejak beberapa bulan lalu, tetapi baru niat
sekarang. Alasannya? Kemarin pas di jalan, ada seorang pengendara motor di depan yang menyita perhatian. Dia sering
menoleh ke kiri secara mendadak.
Karena penasaran, sambalbawang sengaja ikuti orang itu sampai 6-7 km. Agak kurang kerjaan, sih, tapi kok ya pengen mbuntutin. Untunglah, dia serute sama sambalbawang. “Busyet, mau matahin leher sendiri, tuh orang,” begitu suara dalam batin. Sampai tak sadar, ternyata mbatinnya itu pun sambil mulut saya mangap-mangap.
Karena penasaran, sambalbawang sengaja ikuti orang itu sampai 6-7 km. Agak kurang kerjaan, sih, tapi kok ya pengen mbuntutin. Untunglah, dia serute sama sambalbawang. “Busyet, mau matahin leher sendiri, tuh orang,” begitu suara dalam batin. Sampai tak sadar, ternyata mbatinnya itu pun sambil mulut saya mangap-mangap.
BACA JUGA :
GATOTKACA TAK HANYA OTOT KAWAT BALUNG WESI
PELUKAN (CERPEN)
MENGAPA HARUS NGEBLOG
BLOGER BALIKPAPAN RAYAKAN HARI BLOGER NASIONAL 2019
GATOTKACA TAK HANYA OTOT KAWAT BALUNG WESI
PELUKAN (CERPEN)
MENGAPA HARUS NGEBLOG
BLOGER BALIKPAPAN RAYAKAN HARI BLOGER NASIONAL 2019
Sabtu, 05 November 2016
MODISTE ONLINE MBAK SAMANTHA BALIKPAPAN
Hampir dua tahun, "Samantha Project" memberi dan menawarkan "warna" di belantika per-modiste-an Kota Balikpapan, Kaltim. Sekeranjang ide yang awalnya diwujudkan memakai mesin jahit "kayuh" yang lalu diganti dengan mesin jahit listrik.
Mesin jahit kayuh memang ribet tatkala diajak berlari cepat. Dengan mesin jahit listrik, satu persoalan teknis terurai. Dua mesin jahit, satu mesin obras, sebagai aset utama Samantha Project selain sekoper jarum dan benang, saat ini ibarat sepasang "kaki" anak usia balita. Lagi semangat-semangatnya berlari.
Memang masih jauh Samantha "balita" di Balikpapan ini, untuk menyusul atau setidaknya menyamai lari sang "ibunda" yang juga bernama "Samantha", tetap tinggal di Yogyakarta. Sang ibunda sudah mengawali lari maratonnya sejak 1968.
Tetapi ketika kaki telanjur (dan disengaja) berada di jalur lomba, tentulah sudah ditakdirkan untuk berlari. Setidaknya melakukan jalan cepat, karena berjalan biasa sudah terlalu mainstream (aha...akhirnya memakai istilah ini juga)..
Atas dasar itu juga, Samantha Project yang belum lama diproklamirkan sebagai lini usaha modiste-clothing line, nekat mencoba satu lagi menu lomba lari yang "menantang", yaitu modiste online. What, what? Iya, beneran, modiste online.
Bekal nekat saja, kah? Tentu tidak. Samantha juga berbekal kegairahan yang tinggi, skill, kepercayaan diri yang tak ada habisnya, setumpuk doa, dan tentu saja bercangkir-cangkir kopi "serius" dan bergelas-gelas teh "serius banget" sebagai amunisi.
Kami yakin, modiste online Samantha adalah tawaran menarik bagi mereka yang berdomisili di luar Kota Balikpapan. Cukup berbekal meteran baju (metlen) yang ditoko seharga Rp 10.000-Rp 20.000 per biji, dan pulsa yang cukup, Anda bisa order jahit baju.
Bisa order dres sampai kebaya, dari gaun hingga kimono outer, dari kemeja sampai gamis, juga dari daster sampai busana kerja. Sayang banget kan jika kain-kain koleksi Anda hanya tersimpan rapi di lemari? Mendingan dibikin busana yang unik dan satu-satunya di muka bumi ini.
Eh, lalu gimana teknis modiste online ini? Simpel. Tinggal telepon (atau ber-WA-dulu dengan) mbak Samantha a.k.a Atha selaku owner Samantha, agar dipandu mengukur badan Anda. Dan tinggal nantikan busana idaman, sampai di tangan dengan hasil memuaskan.
Berbeda itu asyik, bukan? Mengapa harus berbeda dan mesti asyik, ya karena itulah jiwa Samantha Project. Yup, yup, kami memang berbeda dan bersemangat untuk mengajak Anda ikut tampil bersemangat dan juga berbeda.Tentunya....
Salam Samantha..
Samantha by Atha "Mbak Samantha"
** telp/WA 082149417505 ; instagram: @samanthaproject
website : modiste samantha
workshop: Kompleks Mediterania Blok S2/7 Balikpapan Baru, Balikpapan
baca juga : Sempat jadi jurnalis kini atha pilih dunia fashion
Kimono mini hingga tenun Kalimantan nan etnik
Welcoming days with samantha projet
Cari tukang jahit di Balikpapan? Ke Modiste Samantha saja
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
Teh Nasgitel pet
BASA WALIKAN
Mesin jahit kayuh memang ribet tatkala diajak berlari cepat. Dengan mesin jahit listrik, satu persoalan teknis terurai. Dua mesin jahit, satu mesin obras, sebagai aset utama Samantha Project selain sekoper jarum dan benang, saat ini ibarat sepasang "kaki" anak usia balita. Lagi semangat-semangatnya berlari.
Memang masih jauh Samantha "balita" di Balikpapan ini, untuk menyusul atau setidaknya menyamai lari sang "ibunda" yang juga bernama "Samantha", tetap tinggal di Yogyakarta. Sang ibunda sudah mengawali lari maratonnya sejak 1968.
Tetapi ketika kaki telanjur (dan disengaja) berada di jalur lomba, tentulah sudah ditakdirkan untuk berlari. Setidaknya melakukan jalan cepat, karena berjalan biasa sudah terlalu mainstream (aha...akhirnya memakai istilah ini juga)..
Atas dasar itu juga, Samantha Project yang belum lama diproklamirkan sebagai lini usaha modiste-clothing line, nekat mencoba satu lagi menu lomba lari yang "menantang", yaitu modiste online. What, what? Iya, beneran, modiste online.
Bekal nekat saja, kah? Tentu tidak. Samantha juga berbekal kegairahan yang tinggi, skill, kepercayaan diri yang tak ada habisnya, setumpuk doa, dan tentu saja bercangkir-cangkir kopi "serius" dan bergelas-gelas teh "serius banget" sebagai amunisi.
Kami yakin, modiste online Samantha adalah tawaran menarik bagi mereka yang berdomisili di luar Kota Balikpapan. Cukup berbekal meteran baju (metlen) yang ditoko seharga Rp 10.000-Rp 20.000 per biji, dan pulsa yang cukup, Anda bisa order jahit baju.
Bisa order dres sampai kebaya, dari gaun hingga kimono outer, dari kemeja sampai gamis, juga dari daster sampai busana kerja. Sayang banget kan jika kain-kain koleksi Anda hanya tersimpan rapi di lemari? Mendingan dibikin busana yang unik dan satu-satunya di muka bumi ini.
Eh, lalu gimana teknis modiste online ini? Simpel. Tinggal telepon (atau ber-WA-dulu dengan) mbak Samantha a.k.a Atha selaku owner Samantha, agar dipandu mengukur badan Anda. Dan tinggal nantikan busana idaman, sampai di tangan dengan hasil memuaskan.
Berbeda itu asyik, bukan? Mengapa harus berbeda dan mesti asyik, ya karena itulah jiwa Samantha Project. Yup, yup, kami memang berbeda dan bersemangat untuk mengajak Anda ikut tampil bersemangat dan juga berbeda.Tentunya....
Salam Samantha..
Samantha by Atha "Mbak Samantha"
** telp/WA 082149417505 ; instagram: @samanthaproject
website : modiste samantha
workshop: Kompleks Mediterania Blok S2/7 Balikpapan Baru, Balikpapan
baca juga : Sempat jadi jurnalis kini atha pilih dunia fashion
Kimono mini hingga tenun Kalimantan nan etnik
Welcoming days with samantha projet
Cari tukang jahit di Balikpapan? Ke Modiste Samantha saja
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
Teh Nasgitel pet
BASA WALIKAN
Minggu, 30 Oktober 2016
HONDA REVO 110 CC, ENGGAK POWERFUL, TETAPI NYAMAN DAN KEREN
Dari sekian
varian yang dilahirkan Honda di Indonesia, Revo adalah bebek terakhir yang mengusung kubikasi 100 cc. Pertama muncul
tahun 2008, Revo sebenarnya sudah “kalah” dengan bebek pabrikan sebelah yang
duluan menganut mesin 110 cc.
Revo
tertolong karena desain yang keren. Bisa dibilang, Revo pionir dalam hal desain
yang menganut “runcing” dan lekukan bodi yang tajam. Bahkan, sepertinya Revo
adalah bebek 100 CC dengan desain terbaik.
Bodi depan
yang “tegas”, headlamp depan yang “menukik”, lampu belakang yang runcing, tampilan
samping yang mungil-sporty, dan penampakan buritan secara keseluruhan yang
proporsional, menjadi nilai plus Revo. Begini tampang Revo:
Knalpot ala
racing dengan bunyi dentumannya yang khas tetapi tidak memekakkan telingan, ditambah
sudut kemiringan yang pas, menjadi milik Revo. Bebek-bebek lain, mah, sepertinya
“lewat” dalam segi desain knalpot. Juga soal pelek racing, Revo adalah
terobosan awal bebek Honda yang sukses.
Bagian panel
yang berisi spedometer, odometer, indikator bahan bakar, hingga lampu sein,
terbungkus dalam wadah yang pas. Tidak kebesaran. Desain mesin, bahkan pijakan
kaki, dan bentuk jok, Revo yang hanya diproduksi tahun 2007-2010 ini, good
looking.
Sambalbawang
memelihara Revo keluaran 2008, sampai sekarang. Dirawat secara benar dan hanya
diperkenankan meminum pertalite dan sesekali pertamax. Sebelumnya, Revo
sambalbawang minum oplosan bensin dan pertamax.
Sedikit banyak
paham, bagaimana karakter motor satu ini yang akan dikupas satu demi satu. Oke
mari kita mulai dari tampilan. Secara umum, bagus. Jika desain motor terbagus
dinilai 10, bolehlah Revo ini saya beri angka 8,5.
Untuk mesin,
Revo terbilang standar. Kubikasi 100 cc kelewat kecil. Bore x stroke (diamter
silinder dan jarak piston bergerak maju mundur) adalah 50 mm x 49,5 mm yang
berarti torsi dan power merata di setiap putaran. Sudah terbaca bahwa
akselerasinya lambat.
Torsi adalah
gaya rotasi (tenaga) untuk memutar roda yang didapat dari ledakan di dapur pacu
mesin. Torsi hanya berperan di putaran bawah, saat roda menggelinding dari
posisi diam. Ketika motor mulai melesat, barulah kita ngomong power (tenaga). Gampangnya
gini, torsi berperan di akselerasi awal, sementara power berkaitan dengan
kekuatan mesin meraih kecepatan puncak (top speed).
Kembali ke
Revo, akselerasi lambat ini memang jadi
kelemahan. Karakter mesinnya yang lambat panas, juga menyebabkan Revo ini nggak
galak saat mesin masih dingin. Jangan berharap Revo bisa dipancal ngebut jika
mesinnya hanya dipanasin semenit.
Tapi kalau
sudah panas mesinnya, Revo cukup garang saat dibawa lari di atas 60 km per jam.
Kalau ngomong top speed, sambalbawang pernah membukukan hingga 90 km per jam di
trek lurus yang rada turun dikit. Namun sesungguhnya, mencapai top speed 80 km
per jam pun, sudah cukup susah.
Namun,
memang itulah Revo. Dicipta bukan untuk ngebut, tapi untuk digeber santai. Agar
yang lain denger suara knalpotnya yang cukup merdu. Agar yang lain lihat bodi Revo
yang ramping, seramping pramugari. Juga
agar orang lihat setangnya yang runcing rada-rada berasa racing, hehe.
Bodi yang
ramping-kurus-membuat Revo saat ngebut, agak mudah “tertiup” saat berpapasan
dengan kendaraan gede. Ini mungkin juga pengaruh suspensi yang rada kelewat
empuk. Tapi empuknya suspensi ini yang bikin jalanan tidak rata, masih cukup
nyaman dilibas.
Ground
clearance Revo sebenarnya cukup tinggi, tapi karena suspensi yang terlalu empuk
tadi, maka polisi tidur yang dilintasi mendadak, tetap bisa jadi sedikit “bencana”.
Mesin bagian bawah pasti ngesun aspal.
Urusan
handling, Revo 2007-2009 termasuk lumayan. Perpindahan gigi, sambalbawang rasa cukup,
tidak istimewa. Oper ke gigi 1, mungkin agak nyendal, tapi selebihnya oke-oke
saja. Lanjut ke kualitas pengereman, cukup baik, meski dengan catatan rem
belakang yang sudah tipis kanvasnya, akan memberi efek nggak enak.
Dari sisi ergonomis,
Revo lumayan. Tidak terlalu pegal jika menempuh jarak jauh. Posisi boncenger
juga “manusiawi” meski rada melorot. Secara
garis besar, Revo adalah tipikal motor bebek untuk rute yang bisa dekat bisa jauh.
Menimbang konsumsi BBM, Revo termasuk boros meski masih
borosan Supra Fit 100 cc keluaran 2005-2008. Sambalbawang nggak pernah ngitung
sih, tapi jelas, satu liter (pertalite) hanya sanggup membawa kendaraan sejauh 30-35
km. Semoga itungan ini cukup sahih. Kalau salah, ya maaf. Hehe.
Kalau
menyoal kelemahan, kekuatan mesin memang jadi nilai minus. Supra Fit pun masih
lebih gahar tenaganya ketimbang Revo generasi awal ini. Material plastik Revo,
sepertinya juga lebih mudah “berisik” jika tidak tersekrup sempurna.
Namun dari
semua itu, yang mengganggu adalah tebeng Revo yang menganggu saat harus
mengganti busi. Dengan pengait di bawah mesin, yang menyatu dengan tebeng,
urusan ganti busi bisa rumut dan menjengkelkan.
Kaitan bawah
ini mesti dicopot agar tebeng bisa cukup diangkat, supaya tangan leluasa
meletakkan dan memutar kunci busi. Saking repotnya, sambalbawang akhirnya
memutuskan untuk melepas kaitan bawah ini. Gantinya, diiket pakai tali rafia.
Satu hal
yang unik, tapi tidak penting adalah, Revo ini termasuk sangat sangat jarang
mejeng di showroom motor bekas. Setidaknya itu tergambar di Balikpapan. Belum
ada penjelasan ilmiah tentang ini. Tapi sebagai pemilik Revo, sambalbawang
merasa agak berat melepas kuda besi satu ini.
Terlepas
dari sejarahnya, sebagai motor pertama yang dibeli secara kredit oleh saudara
bojo, Revo ini juga tak pernah berulah. Paling hanya ganti busi jika mesin
susah dinyalakan. Tapi kalau ada yang nawar harga tinggi, mungkin Revo ini akan
sambalbawang lego. Hahahahaha.
BACA JUGA : Supra GTR 150 si Bebek Rasa Sport
BACA JUGA : AVANZA VS WULING VS XPANDER
BACA JUGA : TENTANG HONDA (2) DARI ASTREA 700 SAMPAI ASTREA 800
BACA JUGA : 7 MOTOR BEBEK TERBAIK SEPANJANG MASA
BACA JUGA : CHINMI JAGOAN KUNGFU KUIL DAIRIN
Minggu, 23 Oktober 2016
"SUAP" NANGKA DARI MAMA
Nangka selalu menjadi buah favorit sambalbawang. Namun agak jarang melirik, mengingat di pasar sini berjubel aneka buah yang enak-seperti nanas, pisang, hingga duren. Dalam setahun, bisa dihitung jari membeli nangka.
Siang itu, rasanya tidak bisa menolak pesona si nangka. Seorang nenek yang bersimpuh di depan pintu Pasar Klandasan, Balikpapan, dengan beberapa kantong plastik berisi nangka. Ada yang berwarna kuning, ada yang agak oranye.
"Coba dulu," begitu tawaran si nenek ini. Telanjur mampir melihat lapaknya, satu nangka pun sambalbawang ambil dan dicicip. Ah. Manis. Oke bungkus, tapi satu saja. Si nenek menerima dengan riang uang Rp 15.000.
Hanya sehari nangkanya habis. Pada potongan terakhir, mendadak teringat kisah masa lalu. Saat masih duduk di bangku TK. Masa di mana nangka menjadi alat suap bagi sambalbawang agar nurut nemenin mamah ke pasar.
Karena kakak bersekolah di SD, dan mamah bertugas antarjemput memakai kaki, maka posisi sambalbawang serba "terjepit". Nggak mungkin lah mamah menjemput sambalbawang, lalu balik ke rumah, dan kembali ke sekolah kakak.
Imbasnya, mamah menjemput sambalbawang dulu, dan menghabiskan sekian puluh menit menemani mamah ke pasar atau urusan macam-macam. Dan mamah tahu persis bagaimana anaknya ini ditaklukkan. Dengan apa? Nangka.
Untuk membujuk sambalbawang agar berangkat ke sekolah (TK) memang harus dengan teh kotak dan Chiki. Maka untuk membuat sambalbawang tidak rewel setelah sekolah, nangka yang paling efektif. Entah mengapa, memang demikian.
Jadilah suap nangka ini terjadi hampir tiap hari. Sambalbawang ingat punya dua penjual nangka favorit di Pasar Ngasem, Yogyakarta. Yang satu di dalam pasar, satunya lagi mangkal di tangga pasar. Satu bungkus nangka, kalau tidak salah Rp 200.
Kalau sudah ketemal-ketemil makan nangka, berjalan seberapa jauh pun, tak masalah. Namanya saja masih kecil, sambalbawang tidak pernah tahu betapa harga nangka segitu, sebenarnya sudah cukup berat bagi kondisi keuangan keluarga kami.
Selepas motor satu-satunya dijual demi biaya sekolah kakak-kakak, maka mamah yang jadi "ojek" kaki bagi anak-anak. Dalam sehari mamah berjalan cukup jauh, mungkin bisa 5 km. Mengantar saya dan kakak ke sekolah yang berbeda, menunggu, dan menjemput.
Sejak TK sampai SD kelas sekian, lah, aktivitas itu. Maksudnya jajan nangka ini. Tapi sepertinya, bagi mamah, membelikan sebungkus nangka untuk sambalbawang adalah pilihan terbaik. Daripada anak bungsunya ini rewel sepanjang hari dan bikin onar di rumah.
Dan, sebetulnya, cukup murah tuh, suap nangka ini. Meski kadang di sore hari ada es dung-dung lewat, ya diembat. Hehe. Tapi terlepas dari fakta murahnya nangka ini, ternyata ada hal positif. Apa itu? Sambalbawang tidak canggung masuk pasar untuk belanja.
Hari ini sambalbawang menelepon mamah, dua kali. "Ada apa ya," kata mamah. "Oh nggak, mah. nggak ada apa-apa. Hanya kangen," sahut sambalbawang. "Mah, Adi minta uang," kata sambalbawang. Dijawab dengan ketawa di seberang.
"Adi minta doa restu saja ya, mah"
"Pasti. Mama setiap hari berdoa untukmu.."
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA :
THE AQUARIAN ?
Siang itu, rasanya tidak bisa menolak pesona si nangka. Seorang nenek yang bersimpuh di depan pintu Pasar Klandasan, Balikpapan, dengan beberapa kantong plastik berisi nangka. Ada yang berwarna kuning, ada yang agak oranye.
"Coba dulu," begitu tawaran si nenek ini. Telanjur mampir melihat lapaknya, satu nangka pun sambalbawang ambil dan dicicip. Ah. Manis. Oke bungkus, tapi satu saja. Si nenek menerima dengan riang uang Rp 15.000.
Hanya sehari nangkanya habis. Pada potongan terakhir, mendadak teringat kisah masa lalu. Saat masih duduk di bangku TK. Masa di mana nangka menjadi alat suap bagi sambalbawang agar nurut nemenin mamah ke pasar.
Karena kakak bersekolah di SD, dan mamah bertugas antarjemput memakai kaki, maka posisi sambalbawang serba "terjepit". Nggak mungkin lah mamah menjemput sambalbawang, lalu balik ke rumah, dan kembali ke sekolah kakak.
Imbasnya, mamah menjemput sambalbawang dulu, dan menghabiskan sekian puluh menit menemani mamah ke pasar atau urusan macam-macam. Dan mamah tahu persis bagaimana anaknya ini ditaklukkan. Dengan apa? Nangka.
Untuk membujuk sambalbawang agar berangkat ke sekolah (TK) memang harus dengan teh kotak dan Chiki. Maka untuk membuat sambalbawang tidak rewel setelah sekolah, nangka yang paling efektif. Entah mengapa, memang demikian.
Jadilah suap nangka ini terjadi hampir tiap hari. Sambalbawang ingat punya dua penjual nangka favorit di Pasar Ngasem, Yogyakarta. Yang satu di dalam pasar, satunya lagi mangkal di tangga pasar. Satu bungkus nangka, kalau tidak salah Rp 200.
Kalau sudah ketemal-ketemil makan nangka, berjalan seberapa jauh pun, tak masalah. Namanya saja masih kecil, sambalbawang tidak pernah tahu betapa harga nangka segitu, sebenarnya sudah cukup berat bagi kondisi keuangan keluarga kami.
Selepas motor satu-satunya dijual demi biaya sekolah kakak-kakak, maka mamah yang jadi "ojek" kaki bagi anak-anak. Dalam sehari mamah berjalan cukup jauh, mungkin bisa 5 km. Mengantar saya dan kakak ke sekolah yang berbeda, menunggu, dan menjemput.
Sejak TK sampai SD kelas sekian, lah, aktivitas itu. Maksudnya jajan nangka ini. Tapi sepertinya, bagi mamah, membelikan sebungkus nangka untuk sambalbawang adalah pilihan terbaik. Daripada anak bungsunya ini rewel sepanjang hari dan bikin onar di rumah.
Dan, sebetulnya, cukup murah tuh, suap nangka ini. Meski kadang di sore hari ada es dung-dung lewat, ya diembat. Hehe. Tapi terlepas dari fakta murahnya nangka ini, ternyata ada hal positif. Apa itu? Sambalbawang tidak canggung masuk pasar untuk belanja.
Hari ini sambalbawang menelepon mamah, dua kali. "Ada apa ya," kata mamah. "Oh nggak, mah. nggak ada apa-apa. Hanya kangen," sahut sambalbawang. "Mah, Adi minta uang," kata sambalbawang. Dijawab dengan ketawa di seberang.
"Adi minta doa restu saja ya, mah"
"Pasti. Mama setiap hari berdoa untukmu.."
BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA :
THE AQUARIAN ?
Jumat, 21 Oktober 2016
TEH vs KOPI
Tidak bisa. Sungguh. Minuman teh, bagi sambalbawang, tidak bisa ditandingkan dengan kopi. Penggemar kopi tidak berhak menyebut teh adalah minuman kelas dua. Penikmat teh juga tidak berhak menuding kopi bukan minuman enak. Teh dan kopi, keduanya sama kasta.
Teh adalah minuman terenak di muka bumi. Dedaunan dan batang-batang teh melebur dalam air yang akhirnya menjadikannya berwarna coklat bening. Ditambah harum melati, terciptalah teh enak nan eksotis. Ada rasa mantap, kental, dan sepet di sana. Soal gula adalah selera personal. Meski teh nasgitel adalah yang tersahih bagi sebagian orang.
Kopi juga minuman terenak di muka bumi. Biji kopi yang sudah dihaluskan, kala dituang air panas, akan menguarkan aroma dan rasa pahit yang bakal bikin ketagihan. Bolehlah ditambah gula atau susu kental manis untuk "melembutkan". Atau biarkan saja kopi tersaji pahit, bahkan benar-benar pahit, karena itulah kegarangan dari kopi.
Kopi memang terasa nikmat diseruput tiap hari. Sambalbawang sebenarnya lebih terbiasa menyeruput teh ketimbang kopi, karena itulah kebiasaan sejak kecil. Namun juga menyukai kopi. Dan kala sekian hari menyeduh teh, kecintaan akan kopi tidak berkurang. Sambalbawang yang lahir dari keluarga peminum teh, kini. atau tepatnya sejak tahun 2013, juga menjadi penikmat kopi. Kopi yang "serius" tentunya. Bukan kopi sachet.
Kopi memang terasa nikmat diseruput tiap hari. Sambalbawang sebenarnya lebih terbiasa menyeruput teh ketimbang kopi, karena itulah kebiasaan sejak kecil. Namun juga menyukai kopi. Dan kala sekian hari menyeduh teh, kecintaan akan kopi tidak berkurang. Sambalbawang yang lahir dari keluarga peminum teh, kini. atau tepatnya sejak tahun 2013, juga menjadi penikmat kopi. Kopi yang "serius" tentunya. Bukan kopi sachet.
Dan tentunya lagi, hanya teh "serius" yang juga memberi kegembiraaan bagi sambalbawang. Teh dan kopi memang tercipta untuk menggembirakan manusia, meleburkan sekat-sekat kala mereka terhidang di atas meja. Sebagai bahasa pergaulan? Mungkin saja...
Jika ada perbedaan antara kopi dan teh, barangkali hanya soal harga dan bagaimana disajikan. Ada kopi yang harganya mihil bingits. Namun ada juga teh yang juga muahaal. Ada kopi sasetan disajikan warung pinggir jalan seharga Rp 5.000 dan tidak enak. Ada teh di kafe besar yang juga hanya teh celup.
Jadi, jangan bandingkan kedua minuman favorit sambalbawang ini. Keduanya minuman istimewa.
baca juga :
TEH NASGITEL PET
KOKORO NO TOMO
1O BREGADA KERATON YOGYAKARTA YANG KEREN
BASA WALIKAN
MAMMA MIA ! HERE WE GO AGAIN, ABBA AGAIN
MENGAPA HARUS NGEBLOG
Jadi, jangan bandingkan kedua minuman favorit sambalbawang ini. Keduanya minuman istimewa.
baca juga :
TEH NASGITEL PET
KOKORO NO TOMO
1O BREGADA KERATON YOGYAKARTA YANG KEREN
BASA WALIKAN
MAMMA MIA ! HERE WE GO AGAIN, ABBA AGAIN
MENGAPA HARUS NGEBLOG
Rabu, 05 Oktober 2016
KOKORO NO TOMO
" Anata kara kurushi mi o ubaeta sono toki
Watashi nimo ikite yuku, yuki nga wa ite kuru
Anata to de au made wa kodoku nasasurati bito
Sono te no nukumori o kanji sasete
Sono te no nukumori o kanji sasete
Ai wa itsumo rarabai, tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde
Shinjiau kokoro sae doko ka ni wasurete
Hito wa naze sungita hi no shiawase oikakeru
Shizuka ni mabuta tojite kokoto no doa o hirakiWatashi o tsukandara namida fuite
Hito wa naze sungita hi no shiawase oikakeru
Shizuka ni mabuta tojite kokoto no doa o hirakiWatashi o tsukandara namida fuite
Ai wa itsumo rarabai, anata ga yowai toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde
Ai wa itsumo rarabai, tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde "
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde "
Lirik di atas--yang sambalbawang comot dari internet karena enggak faham-adalah lagu Jepang yang barangkali paling populer di Indonesia sampai saat ini. "Kokoro no tomo", judulnya, menjadi hits di era 80-an. Dinyanyikan oleh Mayumi Itsuwa.
Si mbak ini juga yang melantunkan "Amayadori", yang kepopulerannya satu strip di bawah Kokoro no tomo-semoga bener nulisnya. Gegara nemukan kaset berisi kompilasi lagu hits era itu, dan ada lagu ini, sambalbawang jadi hapal. Sejak SMP, malah.
Enggak sempat dipilih Warkop sebagai lagu yang diplesetkan-lantaran milihnya Sukiyaki menjadi Nyanyian Kode- Kokoro no tomo,justru yang paling berkesan. Enggak tahu artinya, pokoknya suka.
Baru beberapa tahun lalu, sambalbawang iseng mencari arti lirik lagu ini. Meminta bantuan mbah Gugel, dan ketemulah.Ternyata memang tidak jauh-jauh amat dengan penggalan sebuah kisah di masa lalu. Ah.
Skip-skip. Enggak usah ditanya juga berapa lama menghapal liriknya. Intinya, lagu ini, syahdu. Mau dibilang melow, boleh. Mau dikategorikan romantis, ya boleh. Kokoro no tomo artinya teman hati (semoga bener). Nah, bener, kan, melow.
Namun, bukan masa lalu yang menyeret sambalbawang menggandrungi lagu ini. Namun karena inilah lagu Jepang pertama yang sambalbawang kenal dan syukurlah, hapal. Padahal zaman berganti, dan lagu Jepang makin banyak.
Tapi entah mengapa, ini lagu tetap terasa asyik, meski sudah berumur 30 tahun lebih. Coba saja ndengerin. Tambah menarik kalau tahu arti liriknya, dan inilah dia :
" Saat itu mampu kulepaskan kepedihan dari hatimu
Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini
Sebelum berjumpa denganmu, kesepian aku berkelana
Biar kurasakan hangatnya jemarimu
Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini
Sebelum berjumpa denganmu, kesepian aku berkelana
Biar kurasakan hangatnya jemarimu
Cinta senantiasa meninabobokan
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati
Bahkan hati yang saling percaya terlupa entah di mana
Mengapa orang-orang mengejar kebahagiaan yang telah berlalu
Pejamkan matamu perlahan dan singkapkan jendela hatimu
Raih tanganku dan usap air matamu
Mengapa orang-orang mengejar kebahagiaan yang telah berlalu
Pejamkan matamu perlahan dan singkapkan jendela hatimu
Raih tanganku dan usap air matamu
Cinta senantiasa meninabobokan
Ketika lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati
Ketika lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati
Cinta senantiasa meninabobokan
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati "
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati "
BACA JUGA :
CHINMI JAGOAN KUNGFU DARI KUIL DAIRIN
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
GATOTKACA TAK HANYA OTOT KAWAT BALUNG WESI
HOMPIMPA ALAIUM GAMBRENG UNYIL KUCINGCHINMI JAGOAN KUNGFU DARI KUIL DAIRIN
"MAMA" by PAULINA, PROYEK LAGU PERTAMA
GATOTKACA TAK HANYA OTOT KAWAT BALUNG WESI
HANACARAKA AKSARA JAWA YANG INDAH
TEH NASGITEL PET
BASA WALIKAN
KILAUMU BAGAIKAN MUTIARA
MENGAPA HARUS NGEBLOG
BLOGER BALIKPAPAN RAYAKAN HARI BLOGER NASIONAL 2019
Langganan:
Postingan (Atom)





